Jurnalistik Berkelanjutan

Jurnalistik Berkelanjutan
Objektifitas Berita Lingkungan: Jurnalistik Berkelanjutan adalah buku pertamaku. Buku ini mengupas tentang pengalamanku tentang dampak pemberitaan lingkungan yang tidak akurat. Berita yang demikian tidak saja mampu mengguncang kehidupan pribadi seseorang tetapi juga tidak membantu lingkungan. Jika Anda ingin membacanya, Anda bisa menemukan sejumlah cuplikannya di blog ini

Senin, 04 Oktober 2010

Mewujudkan Pekanbaru Berbuah, Berujung Tombak di Masyarakat

Masyarakat yang menentukan lokasi, jumlah, dan jenis tanaman serta kapan pelaksanaan Program Pekanbaru Berbuah di daerah mereka masing-masing.

Laporan Andi Noviriyanti, Pekanbaru andinoviriyanti@riaupos.com
Senyum optimis jelas terlihat di wajah Rusmani Said, Koordinator Program Nasional Pemberdayaan Kemiskinan (PNPM) Mandiri Perkotaan Kota Pekanbaru, dua pekan silam. Pria ini begitu yakin, PNPM Mandiri yang dikoordinasikannya akan mampu menyukseskan Program Pekanbaru CGaF (baca: Sigaf). Yakni Program Pekanbaru Clean, Green, and Fruitful (CGaF) atau program menjadikan Kota Pekanbaru Bersih, Hijau, dan Berbuah. Dengan ujung tombak saat ini menjadikan Kota Pekanbaru, sebagai Kota Berbuah.

“PNPM Mandiri Perkotaan memiliki jaringan hingga ke tingkat RT. Ada 58 LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) yang berada di tiap kelurahan di Kota Pekanbaru dan sekitar 6.000 relawannya yang berada hingga ke tingkat RT,” ujar Rusmani menjelaskan kekuatan PNPM Mandiri Perkotaan terbaik nomor tiga di tingkat nasional ini

“Insyah Allah, kami sanggup,” tambahnya lagi menanggapi tantangan yang disampaikan Koordinator Tim Pemberantasan Kemiskinan (KTPK) sekaligus Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Yusman Amin, yang hari itu bersama Riau Pos mengadakan rapat kecil bersama PNPM Mandiri untuk membahas teknis pelaksanaan Program Pekanbaru CGaF yang dilaksanakan untuk menyambut dua dekade Riau Pos, 17 Januari mendatang.

Rusmani yang hari itu juga didampingi Asisten Manajemen Infrastruktur Lusi Dwi Putri dan Asisten Manajemen Datanya Risnaldi juga menyatakan Program Pekanbaru CGaF sejalan dengan semangat PNPM untuk memberdayakan masyarakat. Bahkan bisa menjadi nilai tambah bagi mereka di tingkat nasional. Mengingat program Pekanbaru CGaF memalui program Pekanbaru Berbuahnya tidak saja bertujuan untuk menghijaukan dan meningkatkan kesehatan masyarakat tetapi juga berdampak ekonomi. Dimana akan mampu mengurangi belanja masyarakat untuk konsumsi buah dan sekaligus dapat menjadi produsen buah di Kota Pekanbaru yang rata-rata mengimpor buah dari luar negeri ataupun luar daerah.

“Program ini juga bisa disenergikan dengan sejumlah program LKM. Banyak di antara LKM kami yang telah berhasil mengembangkan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) untuk memproduksi pupuk dari pemanfaatan sampah organik. Nanti, kalau program ini berjalan, pupuknya jangan beli dari luar, tetapi disuplai dari KSM-KSM tersebut. Selain itu jika program berbuahnya menggunakan pot, ada juga KSM yang telah mengembangkan usaha produksi pot. Potnya juga bisa dibeli dari mereka,” terangnya lagi.

Tak sampai di situ, Rusmani juga membayangkan bila Program Pekanbaru Berbuah bisa memproduksi nangka mini yang bisa disuplai ke rumah-rumah makan. “Pasti banyak permintaan untuk ini. Jika semua itu, kita yang suplay, itukan pemberdayaan ekonomi juga,” tambahnya lagi.

Pohon buah-buahan itu, tambahnya juga bisa menjadi pohon peneduh di jalan-jalan lingkungan perumahan warga yang berhasil mereka bangun kerja sama pemerintah dan swadaya masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Yusman Amin, juga menyatakan program ini akan berhasil bila didukung oleh PNPM Mandiri Perkotaan. “Saya kurang setuju, jika program Pekanbaru CGaF jadi program yang sama dengan Program Kamis Menanam (program menanam pohon setiap hari Kamis sebanyak 150 batang, red). Kalau program Kamis menanam yang kerja seperti hanya pemerintah. Berbeda dengan program gotong royong yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri melalui LKM-LKM mereka yang ada di kelurahan. Masyarakat yang berperan aktif dan mengundang kita untuk hadir pada kegiatan tersebut,” ujar Yusman.

Pelibatan PNPM Mandiri Perkotaan sekaligus juga merubah sejumlah format pelaksanaan program Pekanbaru CGaF. Bila awalnya program Pekanbaru berbuah bersifat top down (dari atas ke bawah) , saat ini menjadi down top (bawah ke atas). Pelaksaan program benar-benar melibatkan warga masyarakat dan ditentukan oleh masyarakat.
***
Aula Kantor Bappeda Kota Pekanbaru, Selasa (28/9), terasa penuh sesak. Ratusan warga masyarakat, puluhan penyuluh tampak memadati ruangan di lantai III tersebut. Sebagian peserta Sosialisasi Program Pekanbaru CGaF terpaksa harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

Hari itu, untuk pertama kalinya program Pekanbaru CGaF disosialisasikan kepada masyarakat Kota Pekanbaru lewat 58 LKM yang berada di tiap-tiap kelurahan.
Dari pertemuan tersebut hadir dari Pemerintah Kota Pekanbaru (Kepala Dinas Pertanian sekaligus juga Ketua Pelaksana Pekanbaru CGaF yang ditunjuk Wali Kota Pekanbaru Sentot D Prayetno), Riau Pos (Ketua dan sekretaris Pekanbaru CGaF untuk internal Riau Pos M Nazir Fahmi dan Andi Noviriyanti), PNPM Mandiri Perkotaan (Rusmani Said), maupun PT Arara Abadi (Musherizal Yatim) yang dalam hal ini salah satu mitra Riau Pos yang berkomitmen untuk menyediakan bibit buah dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakt (BPPM). ***

Beberapa hal yang menjadi kesepakatan pertemuan tersebut adalah bahwa tim Pekanbaru CGaF (yakni Riau Pos, Pemko, PT Arara Abadi dan mitra lainnya) menyediakan bibit, pupuk, tenaga penyuluh, dan memasarkan buah-buahan tersebut. Sementara itu PNPM Mandiri Perkotaan bersama LKM-LKMnya, membuat perencanaan tentang pelaksanaan program Pekanbaru Berbuah di kelurahaan masing-masing. Mulai dari menentukan jenis buah yang ditanam, berapa jumlahnya, kapan dilaksanakan program tersebut. Termasuk menentukan tempat atau lahannya, menyediakan pot bila ditananam di pot, menyediakan pagar bila ditanam di halaman atau pinggir jalan, serta melakukan pemeliharaannya.

“Jadi progam ini dimulai dengan sosialiasi kepada masyarakat, lalu masyarakat melalui LKM melakukan rembug kesiapakan masyarakat dan pendaftaran relawan. Setelah itu dilakukan pemetaan bersama tenaga penyuluh pertanian yang telah ditetapkan untuk menentukan jenis tanaman apa yang cocok di tempat mereka. Kemudian semua itu koordinasikan dengan PNPM. Barulah kegiatan dapat dilaksanakan,” ujar Rusmani di akhir pertemuan.

Semoga Program Pekanbaru Berbuah ini bisa terwujud dengan peran serta aktif masyarakat!







0 komentar: