Jurnalistik Berkelanjutan

Jurnalistik Berkelanjutan
Objektifitas Berita Lingkungan: Jurnalistik Berkelanjutan adalah buku pertamaku. Buku ini mengupas tentang pengalamanku tentang dampak pemberitaan lingkungan yang tidak akurat. Berita yang demikian tidak saja mampu mengguncang kehidupan pribadi seseorang tetapi juga tidak membantu lingkungan. Jika Anda ingin membacanya, Anda bisa menemukan sejumlah cuplikannya di blog ini

Senin, 08 Juni 2009

Green Student Journalists, Jurnalis Lingkungan Masa Depan





“Your Planet Needs You, Unite to Combat Climate Change” menjadi tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh tanggal 5 Juni lalu. Pesan tema itu mengisyaratkan setiap warga bumi ikut serta menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Sebagai komitmen nyata dari Riau Pos untuk ikut serta menyelamatkan bumi, maka Halaman Save The Earth dan Koran Xpresi Riau Pos yang terbit tiap edisi Ahad mendeklarasikan Green Student Journalist (GSJ).


Pendeklarasian GSJ dilaksanakan di Kantor Riau Pos pada Ahad (7/6) tersebut turut disaksikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Fadrizal Labai, Wakil Pemimpin Redaksi Riau Pos Abdul Kadir Bey dan Manager Humas PT Arara Abadi dan Indah Kiat (Sinar Mas Forestry – SMF) Nazaruddin. Terlaksana dengan dukungan dari Sinar Mas Forestry (PT Arara Abadi dan PT Indah Kiat) dan Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Regional Sumatera.

Wakil Pemimpin Redaksi Riau Pos Abdul Kadir Bey menyebutkan tujuan dari terbentuknya GSJ tersebut untuk melahirkan jurnalis-jurnalis lingkungan masa depan. Mereka, tambahnya, akan menjadi duta lingkungan lewat tulisannya untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan.
Sementara itu Fadrizal Labai menyatakan apresiasinya atas terbentuknya GSJ. Menurutnya dengan keberadaan wartawan sekolah yang peduli lingkungan tersebut, maka penyebaran informasi lingkungan semakin meningkat. “Dengan demikian kepedulian masyarakat terhadap lingkungan juga semakin meningkat,”ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan acara pembekalan pengetahuan lingkungan. Meliputi pemutaran film tentang Perubahan Iklim dan berjudul “Ayah, Mengapa Tidak Ada lagi Air?” Selanjutnya GSJ dan kru Xpresi (Cowok-cewek Masa Depan - CCMD) diperkenalkan dengan Program Sekolah Adiwiyata dan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu. Cagar Biosfer (CB) tersebut, merupakan CB pertama yang ada di Riau dan hanya ada tujuh di Indonesia. Di tingkat internasional cagar biosfer ini disebut-sebut oleh MAB UNESCO Indonesia, sebagai cagar biosfer inisiasi swasta pertama di dunia.
Kegiatan diakhiri dengan melakukan kunjungan ke Dalang Collection, yakni tempat daur ulang sampah plastik binaan Soffia Seffen, pegawai PPLH Regional Sumatera. Dalam kunjungan itu GSJ dibuat terkagum-kagum dengan berbagai produk kerajinan dari sampah plastik. Mereka juga sangat antusias menanyakan berbagai hal tentang pengelolaan sampah plastik.

“Mulai sekarang kami bertekat lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar GSJ serempak usai setengah hari bersama di Deklarasi GSJ. (ndi)

2 komentar:

wews keren bro.......... pengen nih ikutan.. kapan ada pelatihan ini di Riau bro???

waah... ini di riau ya?? keren...
para pljar ..... mantab,....
klu untuk mhsiswa kapan ya???