This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jurnalistik Berkelanjutan

Jurnalistik Berkelanjutan
Objektifitas Berita Lingkungan: Jurnalistik Berkelanjutan adalah buku pertamaku. Buku ini mengupas tentang pengalamanku tentang dampak pemberitaan lingkungan yang tidak akurat. Berita yang demikian tidak saja mampu mengguncang kehidupan pribadi seseorang tetapi juga tidak membantu lingkungan. Jika Anda ingin membacanya, Anda bisa menemukan sejumlah cuplikannya di blog ini

Minggu, 08 November 2009

Program Donasi Perawatan Pohon?

Forum Save The Earth, 8 Nopember 2009


Banyak pihak yang telah melakukan upaya penanaman untuk penghijauan. Namun sebagian besar tanaman tersebut mati karena tidak adanya perawatan lebih lanjut. Oleh karena itu pada acara Go Green PLTA Kotopanjang (penghijauan di kawasan XIII Koto Kampar) Yayasan Save The Earth (Save The Earth Foundation-SEFo) Riau Pos akan meluncurkan program donasi (pengumpulan dana) perawatan pohon-pohon yang sudah ditanamam tersebut. Menurut pendapat Anda program donasi perawatan pohon seperti apa yang harus dilaksanakan agar masyarakat secara bersama-sama mau membiayai perawatan pohon-pohon penghijauan tersebut?




Menurut pendapat saya satu hal yang harus SEFo terapkan (kita semua juga tentunya) adalah menanamkan terlebih dahulu dihati kita dan masyarakat bahwa satu batang pohon adalah kelangsungan peradaban manusia. Jadi pohon-pohon sejati yang harus kita rawat dan pelihara sesungguhnya adalah rasa peduli dan rasa memiliki kita terhadap tanaman yang telah ditanam tersebut. Ketika kesadaran itu sudah tumbuh maka masyarakat akan dengan penuh semangat jiwa memelihara pohon kehidupan tersebut. Kemudian saran saya untuk SEFo pohon-pohon yang sudah ditanam tersebut dikelompok-kelompokkan menurut lahan atau jenis-jenisnya. Kemudian bagi juga masyarakat yang akan menjadi donaturnya sesuai dengan jenis-jenis pohon yang sudah dikelompokkan itu. Selanjutnya setiap kelompok masyarakat yang mampu dan telah merawat tanaman dengan baik sesuai dengan donatur mereka diberikan informasi secara kontiniu tentang perkembangan tanaman serta diberi reward (alias dilombakan) sehingga mereka akan terpicu untuk merawatnya dengan baik dan merekalah pahlawan bumi di bumi.
IVIT SUTIA
MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL
FISIPOL UNIVERSITAS RIAU

Bagaimana dengan cara menjual pin atau stiker yang bertema penghijauan. Keuntungannya tersebut dijadikan donasi. Atau dengan melakukan serangkaian acara yang bertemakan lingkungan. Keuntungannya juga bisa dijadikan donasi.
DEWI MARISA
PEKANBARU

Menurut saya, program donasi dilakukan di lingkungan sekolah. Karena selain mendapatkan dana dari anak sekolah, kita juga bisa menanamkan pengetahuan betapa pentingnya pohon. Selain itu tidak ada salahnya, panitia melaksanakan penyuluhan tentang betapa pentingnya peranan sebatang pohon bagi bumi yang saat ini telah semakin dasyat panasnya.
DIDI WAHYUDI
PEKANBARU

Mungkin harus dibentuk sebuah lembaga indipendent untuk mengelola dan merawatnya dan juga pengawasan publik terhadap kinerja lembaga tersebut.

WAHYU DIPUTRA
KUANTAN SINGINGI
www.kuantancares.co.cc

1. Membebankan dana Rp500 kepada pembeli dari total belanjaannya di tempat-tempat tertentu, seperti Solaria, Departemen Store, dsb.
2. Melakukan penggalangan dana di tempat-tempat umum dengan membuka stand.
3. Mengadakan suatu event dan labanya disumbangkan.
4. Mengajak para pecinta alam agar berpartisipasi untuk gerakan ini.
R YOGIE PRAWIRA W
BANDUNG

Sebenarnya permasalahan seperti itu yang sering terjadi selama ini. Kalau kita lihat program pemerintah, baik itu kabupaten, maupun propinsi mereka hanya bisa mencanangkan program serta membuat acara seremonial saja tanpa memikirkan pemeliharaannya. Kebetulan program yang dibuat kawan-kawan save the earth itu hal yang bagus dan luar biasa, karena selain melakukan kampanye dan gerakan, kawan-kawan juga memimikirkan bagaimana cara merawat pohon yang telah ditanam.
Kalau menurut saya kegiatan seperti ini harus dilakukan secara kontiniu. Hal ini juga bisa dijadikan ajang sebagai mengontrol tanaman yang telah ditanam. Contoh bisa melakukannya sekali setahun, kemudian kepada siswa atau sekolah-sekolah yang ikut kegiatan kemarin mereka diberi tanggung jawab untuk memeliharanya. Misal dibentuk kebun-kebun sekolah di lokasi penanaman kemarin. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab generasi penerus terhadap kelangsungan lingkungan ke depannya. Selanjutnya bisa mengalokasikan dana pemeliharaannya dari anggaran pusat, provinsi bahkan kabupaten. Ini menimbang dari pada dana tersebut dikorupsi kan lebih bagus dialokasikan untuk pemeliharaan pohon tersebut.
Tanam, jaga, pelihara niscaya akan berguna. Jangan sekali-kali Tanam, lupa, dibiarkan saja. Niscaya akan sia-sia. Percuma dan sengsara.
YUSRO FADLI
UJUNG BATU ROHUL

Sebagaimana komentar kami sebelumnya penanaman pohon hari Ahad lalu, sebagai starting point penyelamatan waduk PLTA Kotopanjang. Ke depan harus ada program donasi untuk pemeliharaannya. Bentuknya tetap kompetisi kelompok atau perorangan. Baik oleh kelompok atau perorangan yang membiayai maupun yang merawat. Areal yang dibiayai dan dirawat telah ditentukan sebelumnya. Tentunya kelompok atau perorangan yang merawat masyarakat di sekitar PLTA dan kelompok perorangan yang membiayai tentunya yang peduli. Tidak peduli domisilinya di mana. Penilaian yang dilakukan setiap tahun. Bravo Riau Pos.
MASRIADI
YAYASAN PELOPOR

Banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya mungkin dengan membayar pekerja lokal selama satu minggu atau satu bulan atau lebih untuk merawat sampai tanaman itu benar-benar tumbuh dan sudah kuat akarnya
ARI
PETAPAHAN

Menurut saya, program yang dilakukan adalah melibatkan semua unsur masyarakat baik itu dari pihak pemerintah maupun swasta dan yang paling penting adalah dinas pariwisata dan unsur pimpinan yang ada di sekitar kawasan PLTA Kotopanjang.
MARLISDIANTO
GURU SMPN 4 XIII KOTO KAMPAR


Program donasi yang jelas pengelolaannya dan tepat sasaran. Tapi menurut saya selain program donasi tersebut, yang terpenting adalah adanya KEPEDULIAN dan KESADARAN masyarakat itu sendiri untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Saya yakin, jika masyarakat kita sudah seperti itu, maka itulah program donasi yang terbaik.
RISKY ADE MAISAL
SMAN 1 SIAK


Meneg LH Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta



Tak Ikut Rapat demi Dukung Go Green Riau Pos


Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta yang baru dilantik sepuluh hari, mengaku harus permisi dari rapat pentingnya bersama Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Hal itu, katanya, semata-mata demi ikut hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan Go Green Riau Pos dalam penyelamatan PLTA Kotopanjang

Laporan ANDI NOVIRIYANTI, Pekanbaru andinoviriyanti@riaupos.com


Ahad (1/11) malam, Meneg LH Gusti Muhammad Hatta hadir di studio Riau Televisi (RTv). Dengan stelan batik, menteri lingkungan hidup berpenampilan sederhana ini, tampak sumringah dalam dialog khusus Program 100 Hari Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Go Green Riau Pos.

Dalam wawancaranya di RTv, pria kelahiran Banjarmasin 57 tahun silam ini, mengaku harus permisi dari rapat menteri demi ikut hadir dalam rangkaian kegiatan Go Green Riau Pos. Menurutnya kegiatan Riau Pos Group bersama Yayasan Save The Earth (SEFo) harus mendapat dukungan dari semua pihak. Termasuk dirinya sebagai menteri lingkungan hidup.

Guru besar Universitas Lambung Mangkurat ini secara terbuka menyampaikan kekagumannya atas kegiatan Go Green Riau Pos dalam penyelamatan PLTA Kotopanjang. “Terus terang saya kagum. Pers biasanya hanya berfokus pada pemberitaan. Namun sekarang tampaknya peduli terhadap lingkungan. Mau berinisiatif dan menggerakan orang lain demi menuju Indonesia hijau. Itulah sebabnya saya memilih untuk permisi dari rapat bersama menteri koordinator perekonomian demi menghadiri rangkaian acara ini,” ujarnya di sela-sela wawancara ‘’Dialog Khusus’’ RTv yang berlangsung malam itu.

Ada banyak alasan, mengapa menteri berambut lurus, berkulit agak gelap, dan berperawakan kecil ini mendukung kegiatan Go Green Riau Pos. Menurutnya penghijauan yang dilakukan dalam kegiatan Go Green pada Ahad (1/11) pagi di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar itu penting sekali dalam menyelamatkan pembangkit listrik tenaga air tersebut.

Doktor dari Universitas Wageningen, Belanda ini menyebutkan, Presiden SBY saat ini telah mengagendakan minimalisasi penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik. Pasalnya pembangkit listrik dengan tenaga batu bara tersebut termasuk penghasil emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

“Pak SBY minta kepada menteri ESDM, jika bisa meminimal penggunaan batu bara dalam pembangkit listrik. Kini pembangkit listrik diarahkan untuk menggunakan energi yang ramah lingkungan. 48 persen dari panas bumi, 12 persen dari minyak bumi, dan sisanya baru batubara dan lainnya,” papar alumni universitas Gadjah Mada ini.
Penghijauan yang dilakukan di sekitar kawasan cagar budaya Candi Muara Takus tersebut, tambahnya, juga sangat penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Pohon-pohon yang kita tanam tersebut berperan penting dalam mengurangi gas-gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Oleh karena itu, bila lima ribu pohon yang ditanam tadi tumbuh semua, maka akan sangat berarti mengurangi emisi pada beberapa tahun ke depan. Apalagi bila berhasil menanam lima juta pohon seperti yang dicanangkan tadi. Di mana asumsinya satu orang masyarakat Riau menanam satu pohon,” imbuhnya.

Namun dari semua pujiannya tersebut, Gusti Muhammad Hatta juga berpesan kepada CEO Riau Pos Group Makmur SE Ak MM yang mendampingnya dalam dialog khusus tersebut untuk tidak melupakan program merawat pohon yang ditanam tersebut. Jangan sampai, menurutnya, penanaman pohon yang dia canangkan tersebut dan dilakukan penanaman serentak oleh ribuan pelajar, mahasiswa, TNI dan masyarakat mati sia-sia. “Jangan hanya seremoni saja karena ingin disorot teve,” pesannya(***